back

ASTRA Infra Toll Road Ajak Pengguna Jalan Tol Bayar Pakai Uang Elektronik

Selasa, 22/08/2017

TANGERANG: Bertepatan dengan hari ulang tahun ke 72 Republik Indonesia, ASTRA Infra Toll Road Tangerang-Merak bekerjasama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Banten juga Himpunan Bank Negara akan bertatap muka dengan pengguna jalan tol untuk mensosialisasikan penggunaan kartu uang elektronik dengan membagikan flyer infografis yang berisi tatacara penggunaan uang elektronik di Tol Tangerang-Merak dan disertai cindera mata.

Kegiatan sosialisasi ini berkaitan dengan akan diterapkannya kewajiban bertransaksi tol secara non tunai di seluruh tol di Indonesia pada Oktober mendatang. Sementara, sampai dengan bulan Juli 2017, tercatat angka pengguna uang elektronik di Tol Tangerang-Merak masih berkisar 16,70%. Padahal, banyak keunggulan yang bisa didapatkan dengan bertransaksi tol menggunakan uang elektronik. Salah satunya adalah waktu transaksi akan lebih cepat karena tidak ada lagi penghitungan dan pengembalian uang tol sehingga dapat memperkecil antrean serta kemacetan karena transaksi yang harus dilakukan di gerbang-gerbang.

Menyadari angka penetrasi pengguna uang elektronik di jalan tol yang belum maksimal, ASTRA Infra Toll Road Tangerang-Merak tidak hanya melancarkan kegiatan sosialisasi namun juga melakukan peningkatan layanan dalam sistem peralatan tol dan infrastruktur.

Tak hanya sosialisai, sejumlah Bank dari Himbara (Mandiri, BRI, BNI, BTN) pun akan melakukan penjualan uang elektronik di seluruh Gerbang Tol Tangerang-Merak, mulai dari Gerbang Tol Cikupa hingga Gerbang Tol Merak. Kemeriahan HUT ke 72 Republik Indonesia semakin terasa dengan adanya petugas yang mengenakan pakaian Pahlawan nasional menyapa pelanggan, dan petugas lainnya yang menggenakan nuansa merah putih.

“Kami berharap sinergi BUJT dan perbankan dalam program elektronifikasi ini terus berjalan. Dengan gencarnya kegiatan sosialisasi dan edukasi pembayaran uang elektronik di jalan tol bisa menjadi dorongan bagi pengguna jalan tol untuk menggunakan uang elektronik di Tol Tangerang-Merak. Kami berharap setidaknya lebih dari 60% pengguna akan menggunakan uang elektronik dan dengan demikian akan mempercepat proses transaksi di gerbang-gerbang. Saat ini kami memiliki 86 Gardu termasuk 21 Gardu Tol Otomatis (GTO) yang tersebar di 9 gerbang”, jelas Wiwiek D. Santoso, Presiden DirekturPT Marga Mandalasakti.

Selain kegiatan diatas, ASTRA Infra Toll Road Tangerang-Merak juga aktif melakukan publikasi ke media massa baik nasional maupun regional Banten, roadshow ke sejumlah Radio dan TV lokal Banten, guna melakukan sosialisasi dan edukasi kepada pengguna jalan. Terutama manfaat yang akan didapatkan oleh pengguna jalan dengan menggunakan uang elektronik. Tidak hanya itu, diskusi terpadu kepada pengguna jalan juga dilakukan pada program focus group discussion yang termasuk dalam rangkaian voice of customer. ASTRA Infra Toll Road Tangerang-Merak juga akan melakukan kunjungan kepada Perusahaan Otobus yang sudah menjadi commuter Tangerang-Merak, Perusahaan Ekspedisi dan sejumlah kawasan Industri yang berada di Wilayah Tangerang, Serang dan Cilegon.

Sebagai wujud layanan informatif, ASTRA Infra Toll Road Tangerang-Merak juga melakukan sosialisasi elektronifikasi tol dengan memasang spanduk informasi di sejumlah titik lokasi di sepanjang Tol Tangerang-Merak, baik di beberapa Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) maupun gerbang tol. Informasi pemberitahuan juga dilakukan melalui 11 (sebelas) unit Variable Message signs (VMS) yang terpasang pada jalur utama di sepanjang tol Tangerang-Merak.

Tidak ketinggalan digital campaign pada media sosial juga dilaksanakan pada layanan twitter @tol_mms dan website www.margamandala.co.id juga aplikasi mobile petunjuk arah ANAVIGO. Layanan sentral komunikasi juga siap 24 jam untuk memberikan informasi bagi para pengguna jalan pada nomor 0254 207878 dan layanan bebas pulsa 0 800 1 77 78 79.

“Kami berharap dengan adanya edukasi secara masif dan berkala dengan sejumlah kegiatan kampanye ini, semakin dirasakan manfaatnya oleh pengguna jalan tol sehingga target Pemerintah untuk mengimplementasikan layanan transaksi non tunai di jalan tol sepenuhnya pada bulan Oktober dapat terwujud dengan baik”, lanjut Wiwiek.