back

Kampung Berseri ASTRA (KBA) Cikuasa, Potensi Kampung Wisata di Kota Baja

Senin, 07/06/2021

Cilegon merupakan kota yang berada di ujung barat pulau jawa, terkenal dengan kota baja, karena dipenuhi dengan kawasan industri dan Pelabuhan utama. Namun, ditengah hiruk-pikuk industri tersebut ternayata cilegon memiliki potensi wisata, salah satunya potensi kampung wisata yang begitu asri dan bersih yang berada di Kampung Cikuasa, Kelurahan Gerem, Kecamatan Gerogol, Kota Cilegon.

Cikuasa memiliki potensi wisata alam yang menarik, dan terbilang cukup lengkap. Seperti wilayahnya yang asri karena berada di perbukitan meskipun dikelilingi oleh Kawasan industri, serta masyarakatnya yang dikenal ramah dan kreatif. Bahkan sebagian dari mereka memiliki industri rumahan pembuatan emping dan keripik pisang yang merupakan cemilan khas Banten, karena tanaman melinjo, bahan dasar emping, dan pisang banyak tumbuh di Cikuasa dan Sebagian besar wilayah Banten. Hal inilah yang kemudian mendorong ASTRA Tol Tangerang-Merak menjadikan kampung Cikuasa sebagai Kampung Berseri ASTRA (KBA).

Kampung Cikuasa memiliki paket lengkap yang menjadi unggulan sebagai KBA, yaitu kampung binaan yang memfokuskan kepada empat Pilar, yakni Pendidikan, Kesehatan, Lingkungan, dan Usaha Kecil Menengah (UKM), sehingga pada Januari 2020 lalu, ASTRA Tol Tangerang-Merak melakukan kerja sama dengan Kampung Cikuasa dalam menjaga keasrian lingkungan, sekaligus membangkitkan ekonomi kreatif masyarakat setempat dengan potensi wisata alam yang ada. "Mudah-mudahan dengan kerja sama ini Cikuasa bisa menjadi ikon wisata Kota Cilegon, dan tentunya mengangkat kearifan lokal di sini," kata Humas Pokdarwis Lingkungan Cikuasa, Rusni Mukri.

Selain Asri dan memiliki danau buatan yang tepat berada di pintu masuk yang menjadi daya tarik tersendiri, Kampung Cikuasa juga sudah memiliki Kelompok Wanita Tani (KWT) saat ini sedang melakukan budidaya berbagai tanaman.

"Jadi keunggulan kami itu memiliki banyak potensi wisata yang tak dimiliki daerah lainnya. Kampung Cikuasa ini dikelilingi dengan pohon melinjo, kebun pepaya california, padi, pisang, anggur, jagung, kacang panjang, cabai, mentimum, lada atau merica, dan palawija lainnya. Itu semua hasil garapan dari KWT dan masyarakat setempat," tuturnya.

Tak hanya itu, potensi wisata alam kampung Cikuasa dengan pola penataan lingkungan yang bersih dan hijau meski dikelilingi area industri ini juga lah yang kemudian mendorong Kampung Cikuasa untuk mengikuti perlombaan Kampung Program Iklim (Proklim) yang diadakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup.

Lurah Gerem, Deny Yuliandi mengatakan, karakteristik wilayah di Kampung Cikuasa berbeda dan berdampingan dengan industri, namun keasriannya masih terjaga. "Itu pun menjadi salah satu alasan kami memilih Cikuasa menjadi lokasi kegiatan lomba baik tingkat kota, provinsi, maupun nasional. Apalagi sekarang ini ASTRA Tol Tangerang-Merak telah membantu banyak untuk pengembangan wisata di Cikuasa," ujarnya.

Dia juga merasa bangga atas terpilihnya Kampung Cikuasa sebagai kampung binaan ASTRA Tol Tangerang-Merak dan masuk dalam program Kampung Berseri ASTRA. “Kami pun berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut dan tentunya berharap kampung Cikuasa ini dapat mandiri secara ekonomi," katanya.

Ke depan, Kampung dan Kampung Cikuasa bersama ASTRA Tol Tangerang-Merak juga akan menggarap potensi wisata alam yang tetap menjaga keasrian dan kearifan lokal yang ada di Lingkungan Cikuasa seperti wisata alam dengan jogging track dan jalur sepeda ke atas bukit yang menyuguhkan pemandangan laut dengan lalu lalang kapal dan pemandangan bukit di siang hari, dan keindahan lampu Pelabuhan dan pabrik di malam harinya, wisata budaya yang menyuguhkan situs maqam leluhur penyebar agama Islam di Banten serta budaya pencak silat dari padepokan yang ada di Kampung Cikuasa.

Seorang perajin emping di Kampung Cikuasa, Mukomah pun berharap besar bila Cikuasa bisa menjadi destinasi wisata unggulan. "Karena dengan begitu, kami para perajin khususnya pelaku UKM mendapat keuntungan dalam memasarkan produk kami. Jadi tidak hanya dijual di pasar saja, tapi nanti menjadi oleh-oleh khas Cikuasa," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Departemen Humas dan CSR ASTRA Tol Tangerang-Merak, Uswatun Hasanah menilai bahwa pembinaan di KBA Cikuasa ini merupakan bentuk program Corporate Social Responsibility (CSR) ASTRA Tol Tangerang-Merak kepada masyarakat sekitar jalan Tol Tangerang-Merak. Ia berharap program CSR dalam program KBA yang fokus pembinaannya pada 4 Pilar CSR Astra mampu menggali potensi wisata yang ada di Kampung Cikuasa, sehingga mampu memberikan dampak positif kepada masyarakat Cikuasa dan Banten pada umumnya. “Hal ini pada akhirnya sejalan dengan nilai – nilai Astra yang dikenal sebagai Catur Dharma Astra, dimana salah satunya adalah Bermanfaat bagi bangsa”, ungkapnya.

Uswah juga mengungkapkan, bahwa KBA Cikuasa ini juga bisa menjadi alternatif wisata jika pengguna jalan yang hendak menyebrang melalui Pelabuhan Merak, terjebak macek di jalan Cikuasa. “Lokasinya tidak jauh dari gerbang tol Merak, biasanya kalau terjadi kepadatan di Pelabuhan, dampaknya sampai tol. Nah KBA Cikuasa ini, bisa jadi alternatif pengguna jalan untuk berwisata sambal menunggu kepadatan terurai,” katanya.

Selain itu, jika potensi wisata di KBA CIkuasa ini tergali, selain berdampak pada perekonomian dan perkembangan wilayah, juga mampu memberi dampak terhadap trafik di tol Tangerang-Merak. “Karena pada dasarnya, kegiatan CSR yang baik tentunya mampu memberikan nilai pada lingkungan sekitar atau creating shared value dan dampak yang baik juga terhadap keberlanjutan perusahaan,” tutupnya. (*)