back

ASTRA Tol Tangerang-Merak Sosialisasikan Proses Pengerjaan Rekonstruksi Jembatan Ciujung

Selasa, 15/03/2022

Sebagai upaya untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada pengguna jalan khususnya di Jembatan Utama BR 8 di KM 56+912 pada Jalan Tol Tangerang-Merak, sejak tanggal 11 Januari 2021 pihak ASTRA Tol Tangerang-Merak melalui proses tender menunjuk PT. Jaya Konstruksi Manggala Pratama, Tbk sebagai kontraktor pelaksana dalam proyek penambahan Lajur Ke-3 Segmen Cikande s.d KM 56+700 – KM 57+150 s.d Serang Timur dan Penambahan Lajur ke-4 KM 56+700 s.d KM 57+150 serta salah satunya ini adalah rekonstruksi Jembatan Ciujung Lajur 1 dan Lajur 2.

Pelebaran jembatan Ciujung, dilakukan akibat dari kapasitas jalan yang sudah hampir tidak sebanding dengan volume kendaraan yang melintas dan menyebabkan potensi terjadinya kemacetan. Sehingga hal ini menjadi salah satu upaya atau solusi kami sebagai pengelola jalan tol untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada pengguna jalan.

Kegiatan rekonstruksi jembatan Ciujung dimulai pada awal bulan Februari 2022. Dalam pelaksanaan proyek ini, manajemen traffic yang diterapkan adalah dengan diberlakukannya sistem Contra Flow pada Jalur Arah Merak dan Jakarta. Kegiatan pengalihan arus lalu lintas tersebut dilakukan karena adanya pekerjaan rekonstruksi jembatan box baja eksisting dan bertujuan agar lalu lintas di area proyek tidak terhenti. Sehingga dengan demikian dapat mengurangi kemacetan yang terjadi. Perambuan lengkap, pemasangan pagar, dan penerangan jalan juga telah dipersiapkan guna untuk menunjang sistem Contra Flow yang diterapkan. Pengalihan arus lalu lintas dimulai dari KM 56+800 s.d KM 57+400 di jalur arah Jakarta.

Pihak ASTRA Tol Tangerang-Merak menyampaikan permohonan maaf dikarenakan gangguan perjalanan akibat antrian yang cukup panjang, dan saat ini kami masih harus memberlakukan peralihan lalu lintas (Contra Flow).

Saat ini progres pelaksanaan proyek jembatan Ciujung telah mencapai 91.5 %, dengan sisa pekerjaan penyambungan jembatan beton baru dan jembatan beton eksisting. Pekerjaan penyambungan jembatan beton baru dan jembatan beton eksisting akan dimulai pada pertengahan bulan Maret 2022 setelah pekerjaan rekonstruksi jembatan box baja selesai dikerjakan. Secara keseluruhan proyek ini diprediksi akan selesai pada April 2022.

Pekerjaan proyek yang cukup kompleks ini dalam pelaksanaannya menggunakan metode yang membutuhkan beberapa tahapan sebagai berikut:

a. Erection Steel Box Girder Baja (Jalur B arah Jakarta)

- Tahap-1 (Jembatan baru) : Metode erection Steel Box Girder Baja di Jembatan baru dilakukan dengan menggunakan Crawler Crane kapasitas 260 Ton sejumlah 2 Unit (tandem) dan crane service kapasitas 100 Ton 1 unit. Posisi Crawler Crane berada di luar area jalan tol eksisting (di dalam area kerja proyek). Kondisi lalu lintas jalan tol masih normal dan hanya dilakukan pengurangan lajur di window time pkl 22.00 s/d 04.00 WIB selama 3 hari, untuk metode delivery Girder ke Lokasi erection.

- Tahap-2 (Jembatan Eksisting) : Metode erection Steel Box Girder Baja di Jembatan eksisting dilakukan dengan menggunakan sistem portal lifting (Girder ditempatkan di dengan cara Jack down bertahap). Metode erection hanya menggunakan crane service kapasitas 100 Ton 1 unit. Kondisi lalu lintas jalan tol dilakukan full Contra Flow 24 jam selama total 2 bulan hingga selesai pekerjaan jembatan, dengan skema lalu lintas sudah menggunakan jembatan baru untuk mengakomodir area kerja.

b. Erection Girder Box Beton (Jalur A arah Merak)

Metode erection Box Beton di Jembatan baru dilakukan dengan menggunakan sistem cor di tempat dengan menggunakan sistem alat yang disebut Form Traveler. Alat tersebut bekerja bertahap dengan dilakukan pengecoran tiap segmen box secara berurutan. Waktu penyelesaian pekerjaan untuk seluruh bentang jembatan box beton hingga selesai dilakukan selama 3 bulan. Kondisi lalu lintas jalan tol masih normal dan hanya dilakukan penyempitan lajur di window time sewaktu melakukan tahapan pekerjaan pengecoran per segmen.

Proses erection di pekerjaan Jembatan Ciujung adalah pekerjaan yang beresiko tinggi, maka harus mempersiapkan lahan akses yang baik. Proyek jembatan Ciujung berada di jalur utama (main lane) aktif jalan Tol Tangerang-Merak yang menggunakan badan jalan sehingga lebih rumit dibandingkan dengan proyek jembatan lainnya di jalan nasional atau pekerjaan erection girder pada pekerjaan simpang susun di jalan tol Tangerang-Merak yang bentangnya lebih pendek. Jika pada pekerjaan jembatan atau simpang susun di Tol Tangerang-Merak lainnya hanya memiliki panjang bentang sekitar 58 - 59 M, jembatan Ciujung memiliki panjang bentang 160 M. Kemudian dari segi lokasi, Jembatan Ciujung di konstruksi diatas aliran sungai aktif, dalam hal ini dibutuhkan metode pekerjaan yang lebih kompleks dibandingkan jembatan yang dibangun diatas daratan. Dengan kondisi lokasi dan dimensi yang berbeda, maka menghasilkan metode pekerjaan yang berbeda pula.

Selain itu proses jack down girder harus dilakukan secara bertahap hingga girder berada pada posisi yang direncanakan, baru kemudian dilakukan proses pembongkaran pada portar lifting. Pemasangan diafragma dan penambahan cross frame atau pengaku (bracing) baja untuk penguatan beton dari goncangan, dilakukan sebelum berlanjut ke proses pengecoran slab beton di atas girder.



Upaya yang telah dilakukan ASTRA Tol Tangerang-Merak untuk memastikan kondisi lalu lintas teraman bagi pengguna jalan saat proyek berlangsung, adalah berkoordinasi dengan Korlantas PJR Turangga 003, Kementerian PUPR, Polda Banten, Dinas Perhubungan, Kontraktor serta internal pelayanan lalu lintas Astra Tol Tangerang-Merak yang dikelola oleh Astra Infra Solution.



Melalui podcast kupas tuntas proyek jembatan Ciujung Kepala Departeman Manajemen Proyek dan Pemeliharaan jalan, Slamet Adriadi menjelaskan “Dalam pengerjaan proyek ini terdapat pekerjaan kritis yang pelaksanaannya tidak bisa ditunda dan tidak boleh terhambat, yaitu saat pelaksanaan pekerjaan perbaikan aspal disekitar area jembatan BR 8 Ciujung dan pekerjaan pengecoran, dan ini kami lakukan pada waktu-waktu yang seminim mungkin mengganggu pengguna jalan”. Lebih lanjut dijelaskan oleh Slamet, pengguna jalan dapat menghindari melintas di area proyek saat pelaksanaan pekerjaan perbaikan aspal disekitar area jembatan BR 8 Ciujung dan pekerjaan pengecoran, yaitu pada window time pkl. 22.00 s/d 04.00 WIB (waktu tentative).


Partisipasi dan kontribusi pengguna jalan juga sangat penting untuk mendukung kelancaraan lalu lintas di area proyek jembatan Ciujung ini, dengan tetap mematuhi rambu-rambu di sekitar area pekerjaan, dengan menggunakan lajur sesuai jenis kendaraan serta menghindari menyalip kendaraan di depan jika tidak dalam kondisi darurat.